ASEAN Road Trip : Singapura

September 06, 2019

 “The comfort zone is the greatest enemy to creativity; moving beyond it necessitates intuition, which in turn configures new perspectives and conquers fears.” —  Dan Stevens

BACKGROUND STORY
Memasuki masa umur 20an, pikiran liar mendorongku untuk melakukan sesuatu yang sama sekali tak pernah aku lakukan sebelumnya. Kemudian, tercetuslah ide untuk melakukan perjalanan panjang menjelajah negara-negara di ASEAN yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Terdengar mainstream? Mungkin. Tapi aku merasa bahwa ini akan jadi salah satu pencapaian terbesar selama aku hidup hampir 1/4 abad lamanya.

Aku menyalakan push notifications email dari Air Asia karena maskapai tersebut tergolong sering merilis penerbangan murah ke berbagai destinasi termasuk Singapura yang menjadi tujuan pertamaku. Tak hanya itu, aku mulai menyusun itinerary perjalananku secara mandiri berdasarkan referensi dari beberapa travel blogger, tanpa publikasi ke khalayak, dan tak berencana mengajak teman dari Indonesia karena aku berpikir bahwa lingkup pertemananku tidak ada yang mau diajak susah menggendong backpack berat di punggung dan berjalan kaki hingga belasan kilometer nantinya.

Tanggal 20 Juni 2019, aku menerima email dari Air Asia bahwa ada penerbangan murah ke Singapura seharga Rp 249.000. Aku tak berpikir panjang dan langsung membeli 1 tiket menuju Singapura dengan waktu keberangkatan pada tanggal 10 Agustus 2019.

WHY ASEAN? 
Seperti biasa, sebelum melakukan suatu perjalanan aku melakukan riset tentang tempat yang aku tuju. Beruntung bagi para traveller yang mengalami perkembangan pesat dari internet, selama ada koneksi, mereka bebas mendapatkan beragam informasi dari berbagai macam sumber baik itu dari platform blog, youtube, ataupun sumber lain berupa hardcopy. Tujuanku melakukan riset adalah agar nantinya ketika kita berada di suatu tempat yang baru, kita tidak terlalu awam tentang daerah tersebut.

Banyak hal menarik tentang ASEAN yang membuatku terasa menggebu-gebu untuk segera memulai perjalanan ini. Selain faktor bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia, perbedaan kultur yang tidak terlalu mencolok menjadi salah satu faktor pendorong mengapa aku memilih negara ASEAN untuk roadtrip. Tak hanya itu, kurs mata uang IDR dengan beberapa negara tujuanku juga tidak terlampau jauh jadi mungkin aku bisa melakukan roadtrip dengan budget seminimal mungkin. 

Aku melakukan perjalanan dengan membuat itinerary kecil tentang kota mana yang aku tuju beserta list tempat-tempat menarik yang bisa aku kunjungi. Namun, esensi travelling yang aku maksud tidak hanya itu saja. Aku ingin merasakan bagaimana orang lokal di ASEAN melakukan aktivitas sehari-harinya. Aku juga ingin melihat bagaimana mereka berinteraksi antar satu sama lain dengan menggunakan bahasa mereka. Jika kalian mengenalku, aku adalah seorang yang kepo akan suatu hal baru, tertarik untuk bertemu dengan orang-orang baru, dan juga ingin mencicipi makanan yang terasa asing di lidah. Tentu hal itu merupakan sesuatu yang menarik bukan?

EXPLORE CHANGI AIRPORT
Pesawat Air Asia QZ268 mendarat mulus di Terminal 4 Changi Airport, Singapura pukul 21.15 waktu setempat. Sesampainya disana, aku langsung menuju ke Terminal 1 karena aku janjian dengan salah satu temanku bernama Anita dari Indonesia. Dia terbang menggunakan Scott Airlines dan akan landing pukul 00.25. Sembari menunggu Anita, aku memilih untuk mengelilingi setiap sudut di Changi Airport.
jewel changi airport
Jewel Changi Airport
Ada salah satu objek wisata baru yang ada di Changi Airport dan benar-benar menarik hampir seluruh wisatawan untuk sekadar mengunjungi dan mengambil foto disana yaitu Jewel Waterfall. Tidak sulit menemukan spot ini karena Jewel Waterfall terletak di tengah-tengah Changi Airport tepatnya di Terminal 1. Wisatawan akan dihibur dengan atraksi air terjun yang dikombinasikan dengan cahaya lampu yang berganti-ganti warna sehingga memanjakan mata wisatawan untuk mengabadikannya dengan ponsel.

Setelah aku rasa cukup untuk explore Changi, aku mulai mencari spot tidur. Kenapa aku memilih tidur di Bandara? Ngirit? Tentu iya hehehe. Lagian juga tidak ada masalah kok jika kita memutuskan untuk menginap di salah satu bandara yang berulang kali menyabet gelar bandara terbaik di dunia. Ada beberapa spot yang direkomendasikan oleh para traveller yang pernah pergi kesana. Aku mencari spot tidur di Changi berdasarkan referensi dari blog ini, silahkan dicek hehe :D Sayang, aku tidak mengabadikan foto spot tidurku pokoknya letaknya di Terminal 1 dekat dengan Jewel. Tempatnya nyaman sekali, ada kursi panjang empuk untuk rebahan, terjangkau Wifi airport, dan juga dekat dengan toilet dan kran air minum. Mewah deh pokoknya hahaha

KELILING SINGAPURA
Keesokan harinya, aku mengagendakan untuk mulai explore Singapura. Kemana aja aku pergi? Pertama sampai di tengah kota, aku bersama Anita langsung bergegas mencari masjid untuk menunaikan ibadah sholat Idul Adha karena waktu aku pergi bertepatan dengan hari raya Qurban. Aku sholat di Masjid Al Falah yang berlokasi di Orchard Road. 
al falah mosque
Masjid Al Falah. Taken by : Anita
Setelah itu, aku dan Anita berpisah disana. Anita menuju rumah hostnya, aku tak tau mau kemana karena saat itu aku belum ada host hehehe. Aku iseng menyalakan fitur hangout di aplikasi Couchsurfing lalu akhirnya dapat teman jalan bernama Gelacio dari Laos. Aku titip tas di hostelnya, lalu kita berangkat explore Singapura bersama. Kami mengeksplore beberapa tempat dimulai dari Little India. Daerah ini adalah tempat warga keturunan etnis India berada. Semrawut. Itulah kesan pertamaku ketika sampai disini, serasa berada di India cuy karena bahasa India terdengar dimana-mana dan warga yang berlalu lalang menggunakan pakaian India.
little india singapore
Little India
Selesai dari Little India, kami bergegas ke Stasiun MRT Little India untuk menuju ke Universal Studios Singapore. Weiitts, kami tidak merencanakan untuk masuk kesana ya karena harga tiketnya yang mahal banget wkwk, hanya foto-foto saja di depan ikon globe USS hehehe.
universal studio globe singapore
Gelacio dan Aku di depan USS Globe
Puas dari sana, kami menuju ke daerah Merlion Park atau orang mengenalnya sebagai ikon Singapura dengan landmark patung seekor singa. Di wilayah ini ramai sekali orang berusaha mengambil gambar berlatar belakang patung itu. Aku tidak mau ketinggalan juga dong hehe
merlion park singapore
Merlion Park Singapore
Merlion Park berdekatan dengan objek wisata lain yang ada disana yaitu Marina Bay Sands dan Gardens by the Bay. Wah, kebetulan banget kita bisa eksplore beberapa tempat sekaligus yang jaraknya tidak terlalu jauh sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Marina Bay Sands ini kalau menurutku adalah pusat hiburan terpadu yang menggabungkan hotel dan tourist attraction berupa rooftop di lantai 57 yang darisana kita bisa melihat Singapura dari ketinggian. Tapi semua itu gak gratis ya hehe. Aku pun hanya berjalan di sekitarnya saja dan mengabadikan foto seadanya karena konon katanya untuk naik sampe atas kita harus bayar 23SGD. 
marina bay sands
Marina Bay Sands
Tujuan terakhirku hari itu adalah Gardens by The Bay. Tempat ini adalah sebuah kebun yang memiliki berbagai tanaman dari berbagai penjuru dunia yang dikombinasikan dengan tourist attraction berupa pohon buatan yang dilengkapi dengan cahaya yang cantik sekali kalau dilihat saat malam hari. Aku explore wilayah ini tidak lama sehingga tidak banyak foto yang aku ambil padahal spot ini sangat cantik untuk dieksplore yang mungkin membutuhkan waktu 1-2 jam. 
gardens by the bay singapore
Gardens by the Bay
MENUJU MALAYSIA
queen street terminal
Ticket Counter Queen St Terminal
Aku pikir 1 hari sudah cukup bagiku untuk explore Singapura meskipun nyatanya banyak tempat yang aku skip. Alasan paling klasik adalah ongkos hidup di Singapura yang mahal wkwk. Mengingat perjalananku untuk Overland ASEAN ini masih panjang dan aku tidak mau anggaranku bocor ketika di Singapura sehingga aku harus bergegas ke tujuanku selanjutnya yaitu negara Malaysia lebih tepatnya ke Kota Malacca. 

Untuk menuju ke Malacca sebenarnya ada beberapa opsi, bisa menggunakan bus langsung atau sambung menyambung menggunakan bus yang berbeda atau istilahnya ngeteng. Aku memilih opsi yang kedua karena jelas lebih murah daripada harus mengambil rute langsung ke Malacca dengan ongkos yang bisa mencapai di atas 10 SGD. 
causeway link bus
Causeway Link
Nah Bus yang pertama aku naiki adalah Causeway Link dengan titik pemberangkatan di Queen Street Terminal Singapura. Siapkan uang cash untuk membeli tiket bus seharga 3,5 SGD. Bus akan melayani rute perjalanan dari Queen Street Terminal - Woodlands Checkpoint -  Johor Bahru Immigration Post - Larkin Terminal Johor Bahru. Jarak dari Queen St ke Woodlands yang menjadi pos imigrasi Singapura memakan waktu sekitar 45 menit. 
woodlands checkpoint
Woodlands Checkpoint
Ketika sampai di Woodlands para penumpang akan turun dan melakukan clearance imigrasi Singapura. Setelah itu naik bus yang sama menuju pos imigrasi Malaysia yang ada di Johor Bahru. Kita akan dimintai pasport untuk mendapatkan cap masuk imigrasi di Malaysia. Setelah itu ikuti arah dan petunjuk yang ada untuk naik bus yang sama menuju Terminal Larkin Johor Bahru. Semua bus yang mengarah ke kota-kota yang ada di Malaysia termasuk Malacca akan start dari Larkin Terminal Johor Bahru. Penasaran bagaimana ceritaku di Malacca? Tunggu kelanjutannya ya hehe

You Might Also Like

0 comments