19 Days Overland ASEAN : Food

September 04, 2019


Cliff Cafe Penang
Perencanaan budget travelling untuk makanan sepertinya merupakan salah satu alternatif untuk mengepress pengeluaran seminimal mungkin dengan catatan hemat tapi jangan pelit ya. Bedakan itu hehe. Tapi kalo boleh jujur, menganggarkan uang untuk makanan menurutku adalah hal yang paling sulit. Mengapa? Jawabannya adalah karena tidak ada nominal pasti tentang berapa harga satu porsi makanan di suatu kota/tempat yang kita singgahi, apakah sama dengan di Indonesia atau tidak. Terkadang ketika kita sudah menetapkan batasan maksimal berapa harga makanan yang kita beli yang disesuaikan dengan kantong kita, kenyataan di lapangan harga makanan bisa lebih murah atau malah lebih mahal yang tentunya malah membuat pengeluaran kita membengkak. Nah, setelah mengalami mencari sesuap makanan di 5 negara berbeda, aku mempunyai review sekilas tentang harga makanan di 5 negara tersebut. Semoga bisa memberikan pencerahan buat kalian. Check it out!

1. SINGAPURA
Kesan pertama tentang makanan di Singapura adalah MAHAL! Hehehe. Jadi ceritanya bermula saat aku sedang explore di daerah Universal Studio Singapore bersama teman yang aku kenal melalui Couchsurfing. Saat itu jam menunjukkan pukul 2 siang, perut kami mulai keroncongan. Kami masuk ke Mall terdekat dengan USS yaitu VivoCity. Tak ada pilihan lain selain fast food. Akhirnya kami makan Burger + French Fries dari McD seharga 7,5 SGD. Harga yang WoW bukan untuk sekali makan. Anyway, jangan bandingin dengan harga di Indonesia ya, nanti tambah nyesek hahaha.

2. MALAYSIA
Nasi Lemak dan Milo di Bandara KLIA seharga 11,5 RM
Nah, negara ini adalah salah satu negara favoritku soal makanan. Selain cita rasanya yang hampir sama dengan lidah Indonesia, harganya pun tergolong masih masuk di kantongku hehe. Di Malaysia pun aku juga tak kesulitan untuk mencari makanan halal. Makanan khas negeri jiran adalah Nasi Lemak. Aku mencicipi masakan ini pertama kali di Johor Bahru dan rasanya pun hampir mirip dengan nasi padang.
Es di Penang Hill Cafe
Oiya, membahas tentang makanan, jangan lupa untuk singgah di kota yang bernama Penang. Kota ini adalah surganya kuliner enak dan murah. Tapi harus hati-hati ya gaes untuk kalian yang muslim terhadap makanan non-halal karena di Penang masyarakat etnis China lebih mendominasi.

3. THAILAND
Mencari makanan halal di Thailand ini seperti mencari harta karun. Ketika kita mengetik "halal food" maka akan muncul sederet restoran halal di area yang kita fokuskan. Saat pertama kali sampai di Hat Yai, probabilitas untuk mendapatkan makanan halal masih lebih tinggi daripada di Bangkok karena di Hat Yai masyarakatnya campuran antara Melayu - Thailand. Nah, beda lagi kasusnya kalau di Bangkok. Kita harus selektif dalam memilih tempat dimana kita akan makan. Tapi, ada satu tempat di tengah kota dimana kita bisa menemukan makanan halal di sepanjang gang tepatnya di Phetcabhuri 7 Alley atau orang muslim Thailand lebih familiar menyebutnya Halal Street. Selain itu, mampirlah juga ke local night market untuk sekedar mencicip masakan lokal Thailand dengan harga yang relatif terjangkau hehe
Neon-Night-Market.jpg
Neon Night Market
>>TIPS<< 
Carilah masjid yang ada di kota tujuan karena biasanya restoran muslim letaknya tidak jauh dari masjid. Hal inilah yang aku lakukan saat pertama kali makan di Bangkok. Aku mencari masjid terdekat dan ketemunya Masjid Darul Aman. Nah di sekitar masjid ini berjejer penjual makanan halal yang siap untuk kita santap :9
4. CAMBODIA
Muslim-Kitchen-Siam-Reap.jpg
Muslim Kitchen Siam Reap
Semakin mendekati akhir perjalanan, semakin susah untuk tetap berpegang teguh dengan makanan halal. Tapi hal itu tidak menjadi alasan untuk kita beralih makan babi non-halal. Alhamdulillah banget di perjalanan ini aku masih dilindungi oleh Allah SWT untuk tetap menjaga agar tetap makan makanan halal. Di Siem Reap ada satu area yang mirip dengan Halal Street di Bangkok. Jadi, ada satu-satunya masjid disana yang bernama Masjid An-Nekmah. Nah, di sekitar lingkungan masjid ada banyak penjual makanan muslim.

Soal harga, lagi-lagi aku tekankan, jangan kaget hehehe. Aku sendiri termasuk salah satu yang sedikit terkaget setelah tahu harga 1 porsi makan normal di Kamboja berkisar 3-6 USD sekali makan. Fyi, restoran di Kamboja menggunakan mata uang USD yang sudah menjadi rahasia umum kalau nilai tukarnya dengan IDR sekarang ini sedang kuat-kuatnya.

5. VIET NAM
Lain Kamboja, lain pula Viet Nam. Aku sedikit diuntungkan oleh kekuatan mata uang Rupiah yang sedikit berada di atas mata uang Viet Nam Dong. Di Viet Nam khususnya Ho Chi Minh, untuk sekali makan masakan lokal kira2 menghabiskan biaya 25.000 VND atau berkisar Rp 15.000 saja. Seperti makan di warteg Indonesia ya hehehe.

Oiya, ada tips untuk kalian yang ingin makan masakan halal di Viet Nam. Kenyataan di lapangan harga masakan di restoran muslim Viet Nam baik itu yang Melayu/Turki, harganya berkisar 100.000 VND ke atas. Sangat mahal bukan? Nah, tipsnya adalah coba mencari makanan halal yang berada di lingkungan Masjid Al Rahim. Nah disitu ada penjual kaki lima yang menjajakan makanan halal dengan harga terjangkau. Fotonya lihat di bawah ini :D
Nasi Ayam Viet Nam
Nah, itulah review tentang bagaimana kita memenuhi kebutuhan primer kita soal makanan selama travelling di 5 negara. Secara singkat, aku jabarkan budget yang aku habiskan untuk makanan selama 19 hari sebagai berikut.

  NO.

NEGARA

DURASI

BIAYA MAKAN

DALAM RUPIAH

1.

Singapura

1 Hari

11,5 SGD

Rp 119.000

2.

Malaysia

8 Hari

136.8 MYR

Rp 470.000

3.

Thailand

3 Hari

427 THB

Rp 198.000

4.

Cambodia

3 Hari

33,5 USD

Rp 478.000

5.

Viet Nam

3 Hari

130.000 VND

Rp 88.000

TOTAL

Rp 1.353.000

You Might Also Like

0 comments