Weekend Getaway ke Batam

March 01, 2019


Setelah drama penerbangan yang delay 5 jam dari Bandara Soekarno Hatta, akhirnya pesawat mendarat mulus di Bandara Hang Nadim Batam pukul 17.45 dari yang seharusnya landing pukul 12.45. Tapi, aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena sebenarnya aku tidak punya target pribadi untuk explore Batam secara keseluruhan. Menjejakkan kaki disana pun bagiku sudah lebih dari cukup untuk menambah perbendaharaan jumlah provinsi di Indonesia yang aku kunjungi menjadi 21 Provinsi hehe :D

Setibanya disana, aku dijemput oleh temanku Gogor dan Iib yang telah aku beritahu sebelumnya kalau aku bakal berkunjung kesana. Aku tidak mempunyai itinerary dalam perjalananku kali ini. Aku hanya mengikuti mereka berdua kemana akan melangkah. Tapi setidaknya, aku punya rekomendasi tempat wisata yang bisa kalian kunjungi ketika suatu saat pergi ke Batam. Here we go!

1. Berkunjung ke Jembatan Barelang 
Barelang-Bridge-Batam.jpg
Barelang Bridge Batam
Keluar dari Bandara Hang Nadim, Gogor dan Iib mengajakku ke Jembatan Barelang yang menjadi ikon hits Batam. Nama Barelang sendiri merupakan akronim dari nama tiga pulau besar yang dihubungkan oleh jembatan ini, yakni Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang. Terletak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Batam, kami sampai disana saat hari sudah berangsur gelap. Tidak banyak foto yang bisa aku abadikan karena keterbatasan lensa kamera yang aku punya, tapi aku yakin jembatan ini pasti terlihat sangat cantik ketika siang hari.
Barelang-at-Night.jpg
Barelang at Night
2. Mencicipi Seafood Segar di Nagoya
Kurang lengkap rasanya kalau travelling ke Batam tanpa mencicipi seafood asli daerah sana yang terkenal dengan kesegaran dan kelezatannya. Mentas dari Barelang, mereka mengajakku untuk makan seafood di daerah Nagoya. Katanya, seafood disini tidak ada tandingannya. Restoran di Nagoya ini lebih mirip foodcourt karena disana banyak pilihan penjual yang menjajakan jenis makanan berbeda yang bisa customer pilih sesuai selera mereka.
Seafood-Nagoya.jpg
Seafood Nagoya
Aku dan kawan-kawanku makan ikan Saba, gonggong, cumi goreng tepung, ayam bawang dan tentunya dengan sayuran untuk menyeimbangkan kolesterol jahat dari makanan-makanan tadi hahaha. Mantap betul deh pokoknya dan harus dicoba bagi seafood lovers.

3. Melihat Icon Hollywood ala Batam
Welcome-to-Batam-Icon.jpg
Welcome to Batam Icon
Salah satu destinasi favorit wisatawan yang melancong ke Batam adalah tulisan "Welcome to Batam" yang digadang-gadang menyerupai tulisan Hollywood di Amerika Serikat. Iib mengantarkanku ke spot yang bisa melihat tulisan itu dengan jelas atau tepatnya di daerah Masjid Agung Batam di Batam Centre. Namun, karena saat itu sedang acara besar disitu, kami kesusahan untuk mengambil gambar tulisan tersebut. Tapi berkat keahlian Iib, ada 1 fotoku yang bisa terabadikan dengan bagus. Thanks bro!! :D
Masjid-Agung-Batam.jpg
Masjid Agung Batam
4. Menyaksikan Akulturasi Budaya di Masjid Cheng Hoo Batam
Masjid-Cheng-Ho.jpg
Masjid Laksamana Cheng Ho
Aku mulai kehabisan ide tentang kemana aku harus pergi selanjutnya untuk menunggu penerbangan ke Jakarta sore harinya. Setelah melihat google maps, mataku tertuju pada sebuah tempat  yang tertulis "Masjid Cheng Ho". Aku bertanya kepada Iib, bagaimana rupa masjid itu? Dia sebagai orang lokal pun tak tahu bentuk masjid itu bagaimana. Baiklah, aku dan Iib yang penasaran akhirnya pergi menuju kesana.
Witnessing Masjid Cheng Ho
First impression ketika melihat masjid itu lebih mirip seperti klenteng Tionghoa. Tapi setelah diamati lebih dalam, ternyata memang Masjid bro XD Masjid ini diresmikan pada tanggal 21 Februari 2015 oleh Menko Kemaritiman dan Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Tidak banyak informasi yang bisa aku dapatkan disana, yang pasti aku yakin bahwa masjid ini dibangun untuk mengenang jejak langkah seorang penjelajah China bernama Laksamana Cheng Ho yang pernah singgah di Batam.

5. Santai Sejenak di Coastarina
Coastarina-(1).jpg
Coastarina (1)
Destinasi terakhir yang aku kunjungi adalah kawasan Coastarina yang berada di daerah Pasir Putih, Batam. Saat berkunjung kesana, kita diharuskan untuk membayar tiket masuk sebesar Rp 35.000/orang, exclude harga tiket wahana permainan di dalamnya. Jadi, Coastarina adalah semacam dermaga yang berada di pinggir pantai yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pendukung kenyamanan wisatawan untuk bersantai disana seperti cafe, restoran, taman bermain, dan wahana permainan yang bisa dinaiki dengan harga terjangkau.
Coastarina-(2).jpg
Coastarina (2)
Meskipun namanya dermaga, tapi tidak ada kapal yang bersandar disini lho gaes. Pokoknya di Coastarina kita bisa sejenak jalan-jalan dan bersantai menikmati semilir angin laut yang menerpa badan. Ada beberapa kapal yang lalu lalang di perairan laut Coastarina, katanya sih itu kapal yang mengangkut penumpang dari dan ke Singapura.
Coastarina-(3).jpg
Coastarina (3)
Perjalananku di Batam berakhir hari itu juga setelah berkunjung ke Coastarina. Aku berterima kasih kepada Gogor dan Iib yang telah menemaniku untuk sementara lepas dari hiruk pikuk kehidupan metropolitan Jakarta. Mereka sangat baik sekali mengantarkanku untuk menambah wawasan tentang Batam yang selama ini tidak terbersit sama sekali dalam pikiranku. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian broo! 
Salam, Faliq.

You Might Also Like

0 comments