Overland Trans Flores (Day 1) : Maumere

February 17, 2019

Credit : Antara Foto
Baru istirahat 4 hari dari Sumba, aku sudah mempunyai jadwal untuk petualanganku selanjutnya. Kemanakah kakiku ini melangkah? Yak! Sesuai judul postingan ini, aku berpetualang menyusuri eloknya Bumi Indonesia Timur bernama Flores! Pada perjalanan kali ini, aku ditemani temanku yang sudah berulang kali jalan bareng, Dobi. Meeting point kami di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, karena asal penerbangan kami berbeda, aku dari Jogja dan Dobi dari Jakarta.
bandara frans seda maumere
Landing di Maumere
Pesawat NAM Air membawa kami mendarat pertama kali di Bandara Frans Seda Maumere tepat jam 12 siang waktu setempat. Aku dan Dobi benar-benar buta tentang Flores dan kami sepakat bahwa perjalanan kita adalah perjalanan spontan, belum booking penginapan sama sekali, dan tidak tahu menahu bagaimana caranya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Setibanya di Bandara, sesuai dugaan kami sudah banyak driver yang menawarkan taksi untuk mengantar ke penginapan terdekat. Alhasil, saking capeknya terbang, aku dan Dobi termakan rayuan Bang Epus yang akan mengantar kami ke Hotel Permata Sari yang letaknya di seberang Bandara Frans Seda. Kami tertodong hahaha. Jarak 1 km dari Bandara, bayar Rp 50.000. Oke, ini kesan pertama yang buruk disini wkwk

Sesampainya di Hotel, kami bergegas mencari sewa motor di tempat kami menginap. Sempat kami dibuat frustasi karena tak kunjung mendapatkan motor yang kami cari baik itu dari pihak hotel maupun dari rekanan hotel yang mempunyai jasa persewaan motor. Akhirnya, ada Bapak Polce yang bekerja di hotel ini, menawarkan motornya untuk kami sewa. Alhamdulillah, terima kasih Bapak, jasamu abadi :') 
welcome to maumere gate
Welcome to Maumere
Maumere terkenal dengan wisata religi untuk pemeluk agama Katholik. Setelah mendapatkan motor Bapak Polce, kami menetapkan tujuan untuk pergi ke salah satu tempat suci di Maumere yaitu Patung Bunda Maria yang berada di Bukit Nilo, sekitar 8 km dari Kota Maumere. Jalan menuju kesana udah bagus kok, cuma memang agak sedikit naik dan berkelok-kelok. Sekitar setengah jam, kami sudah sampai di Bukit Nilo tempat patung Bunda Maria berada.

Kami langsung memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Wisata ini dijaga oleh warga lokal dan kita diberi kebebasan untuk memberi seikhlasnya sebagai tiket masuk. Dari tempat parkir, kami masih harus berjalan kaki lagi sekitar 200 meter menuju lokasi patung tersebut. Patung Bunda Maria Nilo ini menurut sejarahnya merupakan tempat ziarah bagi umat Katolik. Di sini peziarah dapat menunaikan ibadahnya sekaligus berekreasi, karena kawasan Bukit Nilo ini memiliki suasana yang menenangkan dengan panorama perbukitan yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang alami serta udara yang sejuk. 
patung bunda maria maumere
Patung Bunda Maria
Patung Bunda Maria merupakan bangunan tertinggi di Kabupaten Sikka, menghadap langsung ke arah Kota Maumere dan mengarah juga ke Laut Flores. Waktu yang pas untuk mengunjungi patung ini sebenarnya pada saat hari Sabtu/Minggu atau hari-hari besar umat Katholik karena banyak pengunjung berdatangan untuk beribadah sehingga pas momennya untuk kita abadikan. 
Puas berfoto-foto disana, aku dan Dobi memacu kendaraan menuju Kota Maumere untuk sekedar berkeliling menikmati suasana kota terbesar kedua di NTT ini setelah Kupang. Pemberhentian kita berada di Monumen Tsunami Maumere. Monumen ini dibangun untuk memperingati bencana tsunami yang melanda Kabupaten Sikka pada tahun 1992 silam. Sayang sekali, monumen ini seperti tidak terawat dan menurutku lebih mirip bentuk taman kota sih karena dikelilingi pepohonan hijau yang asri dan ada tempat duduk untuk sekedar bersantai. 
monumen tsunami maumere
Monumen Tsunami Maumere
taman monumen tsunami
Taman di Sekitar Monumen Tsunami
Tak berselang lama, hujan mengguyur Kota Maumere pada sore itu yang menandakan berakhir juga perjalanan kita di hari pertama. Namun, aku dan Dobi masih mempunyai setengah hari lagi di Maumere sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni Kelimutu. Baiklah kami rehat sejenak di hotel, makan malam, dan kami percaya bahwa esok hari pasti cerah!

Damage Cost (2 orang)
a. Taksi Bandara Maumere - Hotel : Rp 50.000
b. Tiket Masuk Patung Bunda Maria : Rp 20.000
c. Bensin : Rp 20.000
TOTAL : Rp 90.000

You Might Also Like

0 comments