Seru! Menjelajah Pulau Samosir Seorang Diri (Part 2-end)

November 26, 2018

 
Alarm handphone membangunkanku dari tidur lelapku di Tuk Tuk View Inn. Aku bersiap untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang belum aku kunjungi di Pulau Samosir sebelum kembali ke Jakarta pada sore harinya. Badanku terasa sedikit berat setelah seharian kemarin (Baca : Seru! Menjelajah Pulau Samosir Seorang Diri (Part 1). Tujuan wisataku hari ini pun tidak muluk-muluk, mungkin aku akan berjalan di sekitar Pasar Tomok karena sekalian aku akan menyeberang ke Pelabuhan Ajibata menggunakan kapal ferry pada pukul 9.30.

Bapak Nauli masih mempunyai janji untuk mengantarkanku menuju beberapa tempat wisata tersebut. Tapi, karena aku sedikit kecewa dengannya, aku lebih memilih untuk berjalan kaki dari Tuk Tuk menuju Pasar Tomok yang berjarak sekitar 5 Km. Awalnya aku ragu, tapi pemandangan Danau Toba yang berada di sebelah kiri jalan berhasil membulatkan tekadku untuk berjalan kaki sejauh itu. 

Hari 2 Explore Danau Toba

9. Menari Tor-Tor bersama Boneka Sigale-Gale
Tujuan wisata yang menarik di Desa Tomok adalah Daerah Kampung Batak dengan rumah Bolon yang khas, lengkap dengan boneka sigale-gale yang dapat bergerak dan menari sendiri, seperti pewayangan kalau di Jawa.
Rumah-Bolon.jpg
Rumah Bolon
Dikutip dari website Pesona Indonesia, legenda boneka sigale-gale dahulu kala adalah putra tunggal dari raja Rahat yang memiliki wajah tampan dan satu satunya penerus keturunan. Anak raja tersebut, Manggale, meninggal di medan perang sehingga menyebabkan raja Rahat mengalami gangguan kejiwaan. Penasihat kerajaan lalu mencari tabib di seluruh negeri. Seorang tabib mengatakan bahwa raja sakit rindu. Dan untuk mengobatinya, sang tabib mengusulkan kepada penasehat kerajaan untuk dibuat suatu upacara di kerajaan itu, dan memahat sebuah kayu menyerupai wajah anaknya sigale-gale.

Dalam upacara itu sang tabib memanggil roh sigale-gale untuk dimasukkan ke dalam kayu yang dipahat menyerupai wajahnya. Kemudian boneka Si Gale-gale itu akan menari diiringi dengan musik khas Batak Toba, yaitu gondang Mula-mula, gondang Somba dan gondang Mangaliat.

Tarif untuk menari tor-tor bersama boneka sigale-gale per orang dipatok sebesar Rp. 80.000. Karena saat itu aku sendirian dan tidak ada pengunjung lain, aku tidak membayar retribusi tersebut. Sebenarnya, lebih asyik kalau kita menari dalam rombongan ya, jadi bakal kerasa tuh feel keseruan menari diiringi dengan musik Batak hehe.
Boneka-Sigale-Gale.jpg
Boneka Sigale-Gale
10. Menambah Wawasan Sejarahmu dengan Berkunjung ke Makam Raja Sidabutar
Makam-Raja-Sidabutar-(1).jpg
Makam Raja Sidabutar (1)
Taukah kamu siapakah Raja Sidabutar? Dia adalah tokoh Batak yang memimpin di daerah Tomok sehingga dianggap warga sebagai orang yang menemukan Tomok pertama kali. Raja Sidabutar terkenal dengan kesaktiannya yang mandraguna sehingga disegani raja-raja lain. Hal yang unik semasa pemerintahannya adalah Raja Sidabutar sudah menyiapkan pemakaman untuk dirinya sendiri dimana seorang pemahat dari Samosir ditugaskan untuk membuat makam sesuai dengan keinginannya. Jadilah makam Raja Sidabutar yang aku kunjungi sekarang ini.

Siapkan uang sebesar Rp. 5.000 sebagai retribusi masuk ke tempat wisata ini. Nantinya, penjaga akan mengalungkan ulos pada bahu kita sebagai tanda penghormatan terhadap raja yang dimakamkan di tempat itu.
Makam-Raja-Sidabutar-(2).jpg
Makam Raja Sidabutar (2)
11. Tutup Perjalananmu dengan Membeli Souvenir di Pasar Tomok
Saat bepergian ke suatu tempat, kurang afdhol rasanya kalau tidak membawa cindera mata sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah kesana. Selesai berkunjung dari Makam Raja Sidabutar, aku menyempatkan diri mampir ke Pasar Tomok untuk mencari oleh-oleh. Lengkap sekali! Saat kita melintas di lorong pasar, para penjual akan menyergap kita satu persatu menawarkan dagangannya kepada kita. Jangan bingung lho gaes, pilih aja souvenir yang sesuai dengan kondisi kantong kita :D
Lorong-Pasar-Tomok.jpg
Lorong Pasar Tomok

Tips Solo Backpaking di Danau Toba Bagi Muslim

Pulau Samosir mayoritas dihuni oleh masyarakat beragama Nasrani. Hal itu sejalan dengan jumlah gereja dan makanan yang dijajakan disana. Bagi teman-teman backpacker yang beragama muslim ada tipsnya nih untuk yang pengen berkunjung kesana.
  1. Carilah penginapan di daerah Tuk-Tuk, karena disana kebutuhan kita akan makanan halal akan terpenuhi dengan adanya penjual Nasi Padang. Nasi Padang everywhereee :p
  2. Kalau di daerah selain Tuk-Tuk, usahakan untuk bertanya terlebih dahulu kepada penjual apakah makanannya halal atau tidak.
  3. Jadilah seseorang yang ramah, tersenyum, dan tidak malu untuk bertanya agar solo backpackingmu di Danau Toba menjadi pengalaman yang berkesan.
  4. Gunakan teknologi GPS ala konvensional alias Gunakan Penduduk Sekitar hahaha. Orang lokal Pulau Samosir baik kok dan tidak segan untuk membantu kita saat kebingungan.
Pelabuhan-Tomok.jpg
Sampai Jumpa Lagi Toba

You Might Also Like

0 comments