Sabtu Mingguku di Bumi Laskar Pelangi Part 2-end

August 15, 2018

Sabtu malam, aku dan teman-teman memutuskan untuk beristirahat lebih cepat. Selain karena capek mengelilingi belitung seharian, kami sepakat untuk bangun pagi buta keesokan harinya, dan bergegas menuju beberapa lokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Here we go!

1. Pantai Tanjung Tinggi
Kami berangkat pukul 5 pagi dari Mess di Tanjung Pandan menggunakan mobil menuju destinasi selanjutnya, Pantai Tanjung Tinggi. Ada yang pernah dengar sebelumnya nama pantai ini? Kalau belum, kita sama! :P 45 menit waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai disana.
Pantai-Tanjung-Tinggi.jpg
Batuan Granit Pantai Tanjung Tinggi
Pantai ini konon katanya termasuk dalam salah satu tempat yang digunakan untuk syuting film laskar pelangi. Alhamdulillah saat itu cuaca sangat cerah, matahari pun menghangatkan tubuh kami. Masuk ke pantai Tanjung Tinggi gratis kok. Air jernih, pasir putih, dan batuan granit berbagai macam ukuran menjadi ciri khas pantai ini. Awalnya aku mikir, ini pantai alami atau buatan ya? Tapi, kalau dipikir secara logika, nggak mungkin juga batu batu ini dipindahkan oleh alat ataupun manusia. Hmmm

Atas (Kiri-Kanan) : Wisnu, Valen, Satria, Dobi, Sanjaya, Adit
Bawah (Kiri-Kanan) : Anggi, Aku
Terlepas dari pemikiran apakah batuan granit di Pantai Tanjung Tinggi ini buatan atau alami, aku dan teman-teman menyempatkan waktu untuk berjalan dari satu batu ke batu lainnya mencoba mencari spot terbaik untuk pengambilan gambar. Jadilah seperti ini foto kami ber 8! :D

2. Hoping Island Pantai Tanjung Kelayang – Pulau Pasir – Pulau Lengkuas – Pulau Kepayang
Inilah agenda utama kami hari ini, hopping island alias bermigrasi dari satu pulau ke pulau lainnya. Temanku Valen yang kebetulan dinas di Belitung, memiliki rekanan yang menyediakan jasa hoping island. Segalanya dia yang atur mulai dari itinerary, peralatan snorkelling, makan siang, dan lain lain. Pokoknya, kita disini terima beres deh. Good job bro Valen! :D Oiya, titik keberangkatan berada di Pantai Tanjung Kelayang, nah disinilah aku bertemu dengan Mas Andri (teman Valen) dan kawan-kawan perempuannya. Lumayan lah jadi gak batangan semua *eh

Perjalanan dimulai dengan menaiki perahu kecil milik abang-abang teman Valen. Di tengah-tengah perjalanan, ada semacam gosong (daratan berupa pasir yang timbul karena permukaan air laut yang rendah). Nah, sang driver perahu menghentikan kami disini untuk sejenak berfoto-foto ria.
Gosong-Pulau-Belitung.jpg
Gosong Pulau Belitung
Puas berfoto-foto, kami melanjutkan pelayaran ke tujuan utama, Pulau Lengkuas. Jangan bilang pernah ke Belitung kalau belum kesini. Pulau ini memiliki ciri khas mercusuar kuno yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tepatnya pada tahun 1882. Waw, udah 100 tahun lebih gaes usianya. Nah sayangnya, sejak Mei 2017, pengunjung tidak dapat naik ke atas mercusuar ini dan hanya diperbolehkan naik sampai lantai 3.
Menara-Pulau-Lengkuas.jpg
Menara Pulau Lengkuas
Beristirahat sambil menikmati kelapa di Pulau Lengkuas memang nikmat rasanya. Namun, snorkelling adalah wajib a’in hukumnya kalau sudah sampai ini. Bang driver perahu menunjukkan spot snorkelling di pulau ini yang terletak sekitar 2-3 meter dari Pulau Lengkuas. Tanpa berpikir panjang, peralatan langsung kami pakai lengkap dan nyebur ke lautnya.

Snorkelling-Pulau-Lengkuas.jpg
Snorkelling Pulau Lengkuas
Byuurrr. Seger banget gan! Airnya jernih dengan biota laut yang cukup bagus dan menarik ketertarikanku untuk terus menyelam. Kadang saat aku menyelam, aku membawa sepotong roti untuk menjadi santapan ikan. Nah saat inilah ikan itu akan datang mendekat kepadaku. Aku tidak boleh ketinggalan momen untuk mengabadikannya dalam kamera milik Adit. Selama aku snorkelling, Pulau Belitung inilah yang menurutku paling bagus. Ya.. karena belum ke Labuan Bajo sama Raja Ampat sih ya hahaha

Puas snorkelling sekitar 2 jam, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kepayang untuk makan siang. Sangat tidak mungkin kalau setelah snorkelling, temen-temen nggak merasa lapar. Selera makanku tergugah begitu sampai di tempat makan pinggir pantainya. Ya, namanya di laut, tidak jauh-jauh dari seafood lah. Udang, cumi-cumi, kangkung, dan ikan langsung kami santap habis tanpa sisa *kecuali duri ikannya :p
Batuan-Pulau-Kelayang.jpg
Batuan Pulau Kelayang
Saat lihat jam dan ternyata masih pukul 1 siang, rangkaian hopping island belum selesai ternyata. Masih ada 1 pulau lagi yaitu pulau Kelayang. Nah daya tarik pulau ini adalah spot foto instagrammable berupa sela-sela batuan granit yang cukup besar. Kita bisa berdiri atau bersandar pada batu itu, seraya menunjukkan gaya yang paling bagus untuk difoto. Disitu, aku hanya mengamati saja teman-teman yang berfoto karena aku sudah terlampau capek~

Dalam perjalanan pulang, abang driver perahu menunjukkan satu pulau unik yang bernama Pulau Garuda. Pulau ini menurutku unik. Kenapa? Karena ada satu batu yang seperti menumpuki batu lainnya dan bentuknya seperti Burung Garuda. Aku tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan batu bertumpuk ini dari jauh.
Pulau-Garuda.jpg
Pulau Garuda
Petualangan hopping island di Belitung berakhir saat kapal kembali merapat ke Pantai Tanjung Kelayang. Alhamdulillah, perjalananku kali ini berjalan lancar sesuai ekspektasiku. Semua ini berkat dukungan rekan-rekan yang berdomisili sementara di Belitung, Valen, Satria, Adit, dan Wisnu. Terima kasih bro atas keramahanmu menyambut kami. Kalau boleh kasih judul dari petualangan kita, aku akan beri judul anak laskar pelangi menyambut tamu dari ibu kota.
Pulau-Lengkuas.jpg
Pulau Lengkuas

You Might Also Like

1 comments